Suatu ketika sepulang kuliah aku rini dan teman-teman ku meimei dan sisil pergi ke tempat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan untuk tugas praktek yang telah diberikan oleh dosen killer di kampus kami.

Namun sesampainya disana belum lama kemudian handphone qu berdering dan setelah kulihat tampil sebuah angka baru yang tidak ku kenal, perlahan kuterima panggilan tersebut dan dari kejauhan aku mendengar suara seorang lelaki yang memberi kabar kalau adik qu toni kecelakaan dan sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat,

“Aku kaget, dan terdiam sesaat”

Meimei : Ada apa rin?? ( Penuh tanda Tanya )

Sisil                  : Iya ,ada apa ??? siapa yang telpon !

Rini                  : Adikku sil,mei,

Sisil                  : Toni !!! Kenapa dia ?

Meimei : Ayo dong rin bilang sama kita , apa yang terjadi pada toni adikmu ?

Rini                  : Toni Kecelakaan…!!!

Mei & Sisil       : Apa….!!!!!!!!!!  Toni Kecelakaan ?

Meimei : lalu dimana dia sekarang ?

Rini                  : Di rumah sakit, dan aku harus kesana sekarang!!!!

Sisil                  : Kita ikut ya rin?

Rini                  : Jangan sil, aku bisa sendiri ko’, kalian harus tetap disini untuk beli perlengkapan buat  praktek besok dan aku gak mau merepotkan kalian…

Meimei : Kamu yakin rin akan pergi sendiri ?

Rini                  : Iya mei, aku bisa pergi sendiri, kalian jangan khawatirkan aku, aku bisa jaga diri ko’.

Sisil                     : Baiklah kalau itu maumu…kami tidak akan pergi, tapi kamu hati-hati ya rin, semoga toni baik-baik saja.

Rini & Mei       : Amin …!!!!!!!!

Rini                  : Ya udah kalau begitu aku pergi dulu ya…

Memei              : Iya, rin

Rini                  : Asallamualaikum…!

Mei & Sisil       : Wa’alaikum salam….!

Dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran aku berjalan dengan tergesa-gesa menuju keparkiran berharap ada sebuah mobil taksi yang bisa mengantarkanku ke tempat tujuan. Dan tak lama kemudian datang sebuah mobil yang menghampiriku seolah tahu kalau aku sedang membutuhkannya.Aku pun masuk dengan segera dan berkata.

Rini                  : Pak , antarkan saya ke Rumah sakit Cempaka Putih ya..!

Supir                : Baik Mba’…! ( Supir muda yang mengenakan kaca mata hitam + topi menutupi wajahnya)

Entah apa yang ada dibenakku saat itu,aku bingung dan bertanya-tanya,,,apa yang terjadi ? apa yang menyebabkan adikku tertabrak ?…dan kenapa dia bisa seceroboh itu? Namun ditengah perjalanan.

Rini                  : Lho kok pak… ini bukan jalan menuju ke Rumah Sakit Cempaka Putih, Bapak gak denger ya ! saya mau ke rumah sakit pak dan ini buru-buru,bapak jangan bercanda deh,ini menyangkut nyawa adik saya.

Supir                : (tidak menghiraukan ,malah melaju kencang )

Rini                  : (Dengan kesalnya dan berteriak)

Pak, Bapak denger gak sih saya ngomong apa?

Berhenti…! Berhenti gak saya bilang…!

Supir                : (Diam)

Rini                  : (Ketakutan, kemudian maju membuka topi si supir, dan setelah dibuka ternyata)

Alex…. Kamu? (Terkejut dan tidak menyangka kalau supir itu adalah alex teman

kampusnya yang tergila-gila padanya namun rini tidak pernah menggubris )

Ngapain kamu disini ? dan, dan  bagaimana kamu bisa jadi supir ?

Aku mohon berhenti lex,kamu jangan gila ini jalan raya…ini bahaya lex dan aku, aku harus segera ke rumah sakit, (Dengan panic dan gugup)

Alex                 : Diam…!!!!

Rini                  : (Terperanjat )

Alex                 : Kita tidak akan ke rumah sakit, kita akan ke suatu tempat dimana disana tidak akan ada yang bisa menemukan dan mengganggu kita sayang.(Sambil tertawa)

Rini                  : Tap..tap…tapi adikku sangat membutuhkan aku sekarang, adikku sekarat di rumah sakit dan aku harus kesana sekarang, aku mohon lex tolong ngerti’in posisi aku.

Alex                 : Siapa…? Adikmu…adikmu tertabrak …!!!!!!

Yang benar saja rin,,,, hahaha…

Rini                  : Ko’ kamu tahu lex ? ( Tanya rini bingung )

Alex                 : Haa…haa…haa…rin..rin…

Kamu gampang sekali di bohongin, adik kamu itu tidak apa-apa…

Rini                  : Tapi tadi yang telepon aku bilang kalau adikku kecelakaan.

Alex                 : (Tertawa terbahak-bahak )

Telepon…kamu gak kenal dengan suara itu…

(Mengambil handphone dan memencet nama rini)

Rini                  : Maksud kamu…?

(tiba-tiba handphone rini berdering dan muncul angka penelpon yang menelpon ia tadi)

(Bingung dan tertegun)

Jad…jad…jadi kamu yang telepon aku dan bilang kalau adikku kecelakaan,,,

kamu bener-bener jahat lex…aku benci sama kamu.

Turunin aku disini…lex …!!! Aku mohon turunin aku disini lex…!!! ( Rini pun mencoba untuk menelpon meimei ingin memberitahukan keadaanya, namun sayang dengan cepatnya alex merampas telpon genggam milik rini dan melemparkannya ke luar mobil)

Alex… kau….!!!!

Alex                 : Nagak….! Ngak akan aku biarkan kamu lepas dari genggaman aku rini…karena kamu begitu berharga bagiku…hahahaha…..

Rini                  : Kalau kamu tidak mau berhenti, aku akan lompat dari sini…?

( Bergegas untuk membuka pintu mobil disampingnya, namun sayang alex sudah lebih dulu mengunci mobil tersebut dan terus melaju dengan kencangnya)

Rini                  : (Menangis sambil menggedor-gedor pintu mobil)

Buka…buka lex…biarkan aku turun…

Sore menjelang malam tak lama kemudian alex memarkirkan mobil di sebuah rumah mewah namun terlihat sepi tidak berpenghuni di daerah puncak. Alex keluar menghampiri rini dan memaksa rini untuk masuk ke dalam rumah tersebut walaupun rini tidak mau dan mengelak namun alex dengan kasarnya menyeret rini sampai masuk kedalam rumah tersebut.rini tak berdaya untuk menghindarkan diri dari alex karena alex terlalu kuat sebagai laki-laki.kemudian sesampainya didalam rumah alex bermaksud untuk mengunci pintu dan rini berontak lepas lari ke pintu namun alex dengan cepatnya merangkul dan menggendong rini dan membawa rini ke sebuah kamar. Tiba dikamar rini dihempaskan di ranjang dan alex mencoba untuk membuka pakaian yang dipakai rini, rini berontak dan berteriak minta tolong namun siapa yang akan mendengar jeritan rini dalam keadaan rumah tertutup seperti itu.

Alex                 : Ayolah rin…tidak akan ada yang mengganggu kita,,, dan mendengarkan jeritanmu…

Disini sepi yang ada hanya kita berdua….

Rini                  : ( Menangis dan mencoba untuk lepas dari pelukan alex )

Lepasin aku lex….ku mohon…jangan lakukan ini padaku…aku akan melakukan apa saja   asalkan kau tidak menodaiku…kumohon….(dengan tak berdaya tersedu-sedu menangis dan meraung berharap alex akan memhentikan niat bejatnya)

Alex                 : ( Tidak menghiraukan ritihan rini,dan tetap memaksakan kehendak nafsunya )

Baju yang digunakan rini sobek karena alex, membuat alex makin bersemangat karena sebagian dada rini terlihat dengan jelasnya,alex berusaha untuk menciumi tubuh Rini, rini meraung sedih seakan tak merelakan tubuhnya disentuh alex dia  tetap berusaha lepas dari pelukan alex, dan sekilas ia melihat ada pas bunga yang tak jauh dari ranjang tersebut dengan cepatnya tangan rini mengambil pas tersebut dan memukulkannya ke kepala alex, alex kesakitan dan rini  menendang alex sampai alex jatuh ke lantai kepalanya berdarah karena pukulan rini, rini pun bergegas turun dari ranjang namun alex tidak menyerah begitu saja baru saja rini ingin melangkahkan kakinya keluar alex dengan cepatnya memegang kaki rini dan rini pun tersungkur jatuh, kepalanya terbentur sudut meja dengan kerasnya, rini merasakan sakit luar biasa dikepalanya, namun rasa sakit itu seolah tidak dirasakannya dia tetap ingin keluar dan kabur dari genggaman alex… jatuh bangun rini melangkah namun sayang alex sudah berada dihadapannya dan kembali membondong rini yang lemah tak berdaya ke ranjang dan menghempaskan tubuh mungil rini,darah berhamburan dari kepala rini tidak membuat alex iba dan menghentikan niat bejatnya, justru ketidakberdayaan rini menjadi keuntungan bagi alex karena rini sudah tidak mampu mengelak lagi….dengan bringasnya alex seolah kucing yang baru mendapatkan mangsanya, dengan tidak sama sekali menghiraukan rintihan rini yang kesakitan… sungguh kejam dan biadapnya alex merampas dengan kasarnya kehormatan rini wanita polos yang tak berdaya.

Rini                  :  (dalam keadaan lemah tak berdaya masih menangis tersedu-sedu)

Alex                 :  Kenapa sayang, sakit ya… kan sudah aku bilang nikmati saja kesenangan ini maka kau

tidak akan merasankan sakit ( Tersenyum sumringah )

Rini                  :  (Menggeram)

Kamu biadap alex…kamu kejam… aku benci sama kamu, aku benci…..( memukul-mukul tubuh alex)

Alex                 :  (Menangkap tangan rini) apa…! Aku kejam… aku biadap…

Seharusnya kamu sadar kenapa aku melakukan ini padamu rin…

Aku melakukan ini karena aku menyayangimu rin.

Rini                  :  Sayang…! Apakah ini yang dinamakan sayang….

Apakah dengan merampas kehormatan ku secara paksa itu kamu bilang sayang

Kamu gila lex…kamu saiko…

Alex                 :  Ya aku memang gila rin…aku memang saiko …tapi itu semua karena kamu rin

Kenapa kamu menolak cintaku…dan tidak sama sekali memberi kesempatan padaku   untuk membuktikan cintaku rin… kenapa rin…? Kenapa…?

Kamu yang kejam…bukan aku…!!!!( Jawab alex )

Rini                  : Tapi bukan begini caranya … kamu sudah menghancurkan aku lex … kamu sudah menghancurkan aku lex … kamu tega …(menangis dengan kesalnya dan kemudian pingsan karena tak sanggup menahan sedih)

Alex                 : (Pergi meninggalkan rini dalam keadaan pingsan)

Keesokan harinya meimei dan sisil berniat untuk menjenguk toni ke rumah sakit,dan sebelum

menuju ke rumah sakit sisil mencoba menelpon rini namun tidak aktif dan selalu di luar jangkauan,sisil dan meimei pun khawatir dan berniat untuk mendatangi rumah rini, namun sesampainya dirumah rini, sisil dan mei mendapati toni dalam keadaan baik-baik saja seolah tidak terjadi kecelakaan.Mereka kaget keheranan, apakah rini bohong mengenai berita adiknya tertabrak,tapi setahu mereka rini tidak suka berbohong, kemudian dengan wajah penasaran meimei bertanya kepada toni.

Meimei :  Lho ko’ton bukannya kamu berada di rumah sakit ya…!

Sisil                  :  Iya kan…?

Toni                 : (Binggung)

Rumah sakit…! Ngapain aku dirumah sakit…???

Siapa yang sakit…?

Sisil                  :  Kamu…! Bukannya kamu kemarin kecelakaan ya…!!!

Toni                 :  Haa…Kecelakaan ! (Jawab toni binggung)

Ngak ko’ aku baik-baik saja…dan kemarin aku dirumah gk kemana-mana gmn bisa aku   kecelakaan…!!! ( Keningnya berkerut keheranan )

Mei                  :  Tapi kemarin rini bilang kamu kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit ton.

Toni                 :  Kalian yakin ka’ rini bilang begitu..?

Sisil                  :  Yakin ton…

Toni                 :  Kok bisa …!!!

Mei                  :  Iya, kemarin pas kita jalan bareng sama kakakmu rini,tiba-tiba dia di telpon oleh seseorang yang menyatakan kalau kamu kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit Cempaka Putih, dan dia langsung menuju kesana.

Sisil                  :  Sekarang rini dimana ?

Toni                 :  Justru aku yang ingin bertanya kepada kalian, apakah kalian bersama kak rini, karena dari semalam dia gak pulang ke rumah, Handphonenya juga tidak bisa dihubungi dan tidak seperti biasanya kak rini pergi tanpa pamit.

Mei & Sil         :  Apa…!

Sisil                  : Jadi rini tidak pulang ke rumah….?

Toni                 :  Iya.

Mei                  :  Terus…rini kemana dong…!

Toni dan Sisil    binggung.

Toni                 :  Pasti ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada kak rini….

Sisil                  :  Duh…rini kamu dimana sih…kita jadi khawatir nih…(Gumam sisal sedih)

Mei                  :  Gimana…kalau kita cari dirumah temen-temen yang lain…?

Sisil                  :  Atau kita lapor ke polisi…?

Toni                 :  Jangan… sebaiknya kita coba cari dulu di rumah teman-teman kak rini yang lain, siapa tahu dia ada disalah satu rumah temennya.

Sisil                  :  Baiklah…yuk masuk mobil…

Mereka pun meluncurkan mobil menuju rumah teman-teman rini,namun sudah beberapa rumah

yang mereka datangi tak satupun teman rini yang mengetahui keberadaan rini.hari mulai gelap dan kelelahan sudah tampak pada toni,sisil dan meimei. Rasa putus asa pun muncul pada diri mereka, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada setiap pengguna jalan raya namun tidak ada satu pun orang yang mengenali foto rini dan mangetahui dimana rini sekarang.Namun disisi lain rini tersadar dari pingsannya dan masih merasakan sakit dikepalanya bekas benturan semalam.perlahan ia membuka matanya yang agak samar-samar,seolah dia lupa kalau dia sekarang berada disebuah kamar mewah namun bagai neraka baginya. Dilihatnya disekeliling kamar itu tampak berantakan dan tidak tertata rapi,ia baru sadar kalau ini bukan kamarnya,ia baru ingat dengan kejadian semalam dan melihat keadaan tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian sama sekali, ia shock ia menagis dan menyesali kejadian yang telah menimpa dirinya, dia baru sadar kalau ada lelaki bajingan yang telah merenggut kesuciannya.Alex dialah orangnya, namun sejenak rini terdiam dari tangisnya karena mengetahui alex sedang tidak ada,dia berpikir bagaimana caranya ia lolos dan melarikan diri dari rumah tersebut,ia bangun dan mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai,ia kenakan satu persatu walaupun bajunya sudah tidak menutupi tubuhnya karena sobek.

Perlahan ia menuju pintu keluar,dan didapatinya pintu tersebut tidak dikunci,mungkin alex lupa mengunci pintu tersebut sebelum ia pergi. Perlahan tapi pasti ia melangkahkan kaki menuju keluar kamar, dilihatnya rumah yang megah berlantai dua bagai istana itu tampak rapi namun sepi tanpa penghuni, yah ia tahu kalau alex terlahir dari keluarga yang kaya raya,namun alex tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya,dia anak tunggal namun orang tuanya meninggalkannya sendiri dirumah dan hanya ditemani oleh pembantu-pembantu yang selalu setia mengurusnya.  Dan itu pula yang menyebabkan alex tumbuh menjadi pribadi yang kasar dan tanpa tata krama..

Rini dalam keadaan tubuhnya yang masih sangat lemah memberanikan diri turun dari tangga dan sekilas ia melihat pintu rumah yang terletak tidak jauh dari hadapannya, ia langsung bergegas meuju ke pintu tersebut dan lagi-lagi alex ceroboh dengan membiarkan kunci pintu tersangkut di pintu tersebut,dengan cepatnya rini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera membuka kunci dan keluar dari rumah mewah namun bagai neraka itu.dalam keadaan acak-acakan rini keluar dan berlari menuju pagar kemudian membuka pagar dan berlari keluar,,,hujan deras yang tak diduga pun turun membasahi tubuh rini,namun rini tak mempedulikannya ia tetap berjalan di jalan yang sepi yang tidak ada satupun kendaraan lewat dengan tanpa rasa takut ,sambil menangis dan kedinginan rini melangkahkan kaki,seolah ingin cepat pulang dan menceritakan semua yang dialaminya kepada kedua sahabatnya.dengan kegelapan malam dan derasnya hujan rini seolah tak sanggup lagi menahan dingin dan terus melangkah, namun tiba-tiba ia tersungkur jatuh ke tanah dan pingsan… Tak beberapa lama kemudian alex mendatangi rumahnya dan melihat keadaan rumah yang pintunya sudah terbuka, alex pun bergegas menuju ke kamar dimana terakhir kali ia meninnggalkan rini,namun rini sudah tidak ada di kamar,,, alex pun keluar menuju mobil dan langsung menyetir menyusuri jalan berharap rini bisa ia temukan kembali.

Belum jauh ia menyusuri jalan ia menemukan seseorang yang tergeletak di jalan, mendadak alex mengerem mobilnya dan mengambil payung sambil keluar dan menghampiri orang tersebut yang tidak lain adalah rini, alex melepaskan payung yang dipegangnya dan membawa rini yang basah kuyub masuk ke mobil.dan membawanya kembali ke rumahnya.sesampainya dirumah alex langsung mengangkat rini masuk ke dalam dan membawanya kamar kemudian membaringkan tubuh rini ke ranjang. Kemudian ia membuka pakaian rini yang basah satu persatu dan menggantinya dengan pakaian yang baru yang khusus dia belikan untuk rini.ia juga membawakan makanan, karena ia tahu kalau rini belum makan dari kemarin, ia begitu terlihat sangat menyayangi rini. Yah mungkin caranya saja yang kurang baik untuk mendapatkan kasih sayang dari rini.

Rini belum juga sadar dari pingsannya namun alex dengan setianya duduk disamping ranjang rini untuk menunggui rini hingga sadar sampai-sampai ia pun terlelap dengan tangannya yang memegang tangan rini seolah tidak ingin jauh dari pujaannya itu. Pukul 22.05  malam rini merasakan lapar diperutnya dan tersadar dari pingsannya,tubuhnya menggigil kedinginan, namun betapa kagetnya ia melihat dirinya sudah berganti pakaian dan berada di rumah neraka itu lagi dan lebih tak diduga lagi kalau alex sudah berada disampingnya tertidur pulas dengan menggenggam tangannya. Rini pun bergegas bangun dan menarik tangannya yang digenggam alex dan menjauhkan diri dari alex sembari mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya seakan ia takut akan diperlakukan kasar lagi oleh alex,ia trauma akan hal itu. Alex pun terbangun karena rini telah tak sengaja mengejutkannya dengan melepaskan genggaman tangannya. Rini tampak ketakutan dengan kehadiran alex,,,ia masih sangat trauma dengan kejadian kemarin. Dan alex berusaha menenangkan rini.

Alex                 :  Rin… tenang rin…!!! ( sambil menghampiri rini )

Rini                  :  Enggak… jangan dekati aku lagi… jangan ganggu aku lagi… pergi… pergi…

Alex                 :  Tenang rin,aku tidak akan berbuat kasar lagi padamu rin…aku janji… aku menyesal rin.

Alex mendekati rini namun rini tetap merasakan takut hingga ia mendorong alex hingga jatuh dan berlari keluar kamar, ia berlari dengan tergesa-gesa dan tidak menghiraukan jalan yang ia lewati hingga ia menabrak pas bunga besar dihadapannya dan jatuh namun ia tetap berusaha bangun walaupun alex telah merangkulnya namun alex tak kuasa menahan tubuh rini yang berontak hingga rini lepas dari pelukannya dan leluasa berlari sampai akhirnya kakinya tergelincir dan ia jatuh dari tangga.Alex yang melihat kejadian itu panic dan berteriak… Rini…. Namun alex tak bisa menolong rini yang sudah terguling-guling di tangga.alex yang menyaksikan kejadian itu berlari dan menghampiri rini ia takut terjadi hal yang buruk pada diri rini, ia takut kehilangan rini… dan didapatinya rini terbaring lunglai tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Alex panic dan segera membawa rini ke mobil untuk dibawanya ke rumah sakit terdekat…Alex begitu takut kehilangan rini,sepanjang jalan ia berdoa semoga tidak terjadi hal yang buruk pada orang yang sangat ia cintai itu.

Malam itu sesampainnya meraka di rumah sakit alex langsung membawa rini kepada perawat yang jaga malam, kemudian rini bibawa ke ruang UGD untuk ditangani lebih lanjut.Namun alex tetap menunggu di luar, alex gelisah menunggu dokter menyelesaikan tugasnya mengobati rini, sampai pukul 04.15 subuh dokter belum juga keluar dengan membawa kabar baik. Alex gelisah sekali…ia sangat takut  dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi pada pujaannya itu. Namun tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang UGD tersebut dan menghampirinya.

Dokter             :  Apakah anda keluarganya rini…?

Alex                 :  Iya dok, saya…saya…tunangannya dok,(jawab alex gugup)

Bagaimana keadaan rini dok, apakah dia baik-baik saja atau dia parah dok??? ( Tanya alex khawatir )

Dokter             :  Rini tidak apa-apa…dia baik-baik saja,hanya saja dia mengalami shock dan trauma yang sangat dalam di dirinya, sehingga dalam beberapa waktu kedepan dia tidak bisa berkomunikasi dengan orang terdekatnya,

Alex                 :  Maksud Dokter…?

Dokter             :  Iya, dia belum bisa berinteraksi dengan orang disekitarnya , dia mendengar dan mengerti apa yang kita katakan namun ia tidak bisa berkomunikasi langsung dengan kita, dan tubuhnya juga mengalami kelumpuhan sehingga untuk sementara ia akan selalu berada di kursi roda dan tempat tidurnya.

Alex                 :  (Tertegun tak menyangka)

Lalu, apakah  ada kemungkinan untuk sembuh dok.

Dokter             :  Kemungkinan itu selau ada, namun semua itu tidak lepas dari keinginan dia sendiri,apabila dia bisa melawan rasa traumanya mungkin dia akan kembali normal seperti dulu.

Kamu yang tabah ya! Ajak ia berkomunikasi selalu,pancing emosinya agar ia bisa segera sembuh.

Alex                 :  Baik dok , Terima Kasih .

Dokter             :  Sama- sama.