Alex merasa sangat bersalah pada rini,dia menyesal telah melakukan hal yang tidak baik pada rini, ingin rasanya ia memutar kembali waktu agar ia tidak khilaf dan akhirnya membuat rini orang yang dia cintai menderita. Perlahan ia mendekati kaca dimana rini di rawat,dilihatnya rini sedang terbaring lemah tak berdaya seperti hidup namun tak bernyawa tak bisa berbuat apa-apa. Bukan main menyesalnya alex dan ingin sekali menghukum dirinya atas apa yang telah ia lakukan.Disisi lain toni dan teman-teman rini sudah putus asa mencari kabar dari rini hingga akhirnya mereka menyerah dan memutuskan untuk menyerahkan kasus ini ke polisi.

Perlahan tapi pasti alex mulai memberanikan diri untuk masuk ke kamar dimana rini di rawat dan menghampiri rini yang terbujur di atas ranjang.

Alex                 :  Ma’afkan aku rin, aku memang lelaki yang kejam dan biadap, gara-gara aku kamu menjadi seperti ini rin, aku menyesal rin,,, aku akan menebus semua kesalahanku padamu dan aku janji aku akan selalu ada disampingmu meskipun kamu akan lumpuh seumur hidupmu rin, aku janji….

Rini                  :  ( Tetap diam namun perlahan air mata rini mengalir )

Suster               :  Tok…tok…tok…

Alex                 :  Masuk…

Suster               :  Ma’af pak sekarang waktunya mba’ rini makan dan minum obat…!

Alex                 :  Oh… iya mbak, biar saya saja…!!!

Suster               :  Baik pak.

Alex pun menyuapi rini dengan perlahan, lembut dan kasih sayang, alex benar-benar berubah setelah berada disamping rini ternyata dia memang haus akan kasih sayang dari seseorang.berbagai kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh perawat dia ambil alih seperti memandikan dan memakaikan baju kepada rini dan dia juga mengoleskan lipstick ke bibir rini agar rini tidak kelihatan pucat.Beberapa hari kemudian rini diperbolehkan pulang oleh dokter asalkan rini harus cek up setiap seminggu sekali. Alex yang mendengar kabar itupun senang dan bersemangat untuk membawa rini segera pulang dan merawatnya dirumah.Dengan segera alex membereskan barang-barang rini dan mendorong kursi roda rini untuk dibawanya ke mobil dan meluncur pulang.

Sesampainya dirumah alex membiarkan rini duduk di ruang keluarga dan dengan menyalakan televisi berharap rini bisa rileks dengan memberikan rini sedikit hiburan. Namun apa yang diharapkan alex tidak sesuai dengan yang diinginkan ditelevisi dia melihat foto rini terpajang sebagai orang hilang dan sedang dicari oleh pihak berwajib. Dengan segera alex mematikan Televisi tersebut dan mengalihkan perhatian rini dengan membawa rini ke taman belakang rumahnya, disana terlihat segar dan rapih, tanaman bunga dan buah memang membuat taman itu indah tanpa adanya polusi sedikitpun di tambah lagi dengan dinginnya pegunungan teh,,, hm… siapapun pasti terkagum-kagum dengan pemandangan ini.

Tampak wajah rini yang manis mulai tersenyum menikmati indahnya alam di sekelilingnya itu ia seakan dalam suasana damai dan tentram tak ada sedikitpun masalah terlintas dari benaknya.