Motto: “SHOLLUU KAMAA ROAITUMUU-NII USHOLLII (Sholatlah kalian, sebagaimana kalian melihat aku sholat)–[HR Bukhori, Muslim, dan Ahmad]
Adapun rinciannya, adalah sebagai berikut:
1. BERDIRI: Rosululloh melakukan sholat fardhu atau sunnah dg berdiri krn memenuhi perintah Allah (“Berdirilah kamu dg tenang krn Alloh — Qs Al-Baqoroh: 238). Tapi, belia saw pernah melakukan sholat dg duduk ketika sakit.
Sifat berdiri untuk sholat adalah menghadapkan dengan lurus ke arah Kiblat.Mulai dari wajah, badan, dan kedua kaki (kesepuluh jari-jari kakinya diusahakan lurus ke depan). Pandangan wajah diarahkan ke tempat sujud (KAANA SAW IDZAA SHOLLAA THO’-THO’-RO’SAHUU WAROMAA BIBASHORIHII NAHWAL ARDHI = Saat Nabi saw sholat biasa menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke bumi — HR Baihaqi & Hakim). Setelah berdiri dg sempurna lalu…

2. NIAT-kan di dalam hati bhw kita sengaja akan melakukan sholat tertentu. Selanjutnya..

3. TAKBIR, yaitu mengucapkan dengan jelas, fasih, dan keras: ALLOOHU AKBAR (KAANA YARFA-‘U SHOUTAHUU BIT-TAKBIIRI HATTAA YUSMI-A MAN KHOLFAHUU = Beliau bertakbir dg suara keras sehingga terdengar oleh orang2 di belakangnya –makmum– HR. Ahmad & Hakim, disahkan Hakim dan disetujui adz-Dzahabi) ….

4. MENGANGKAT KEDUA TANGAN –ketika bertakbir — (KAANA YARFA-‘UHUMAA MAMDUUDATAL ASHOOBI-‘I, LAA YUFARRIJU BAINAHAA WALAA YADHUMMUHAA = Beliau mengangkat kedua tangannya dg membuka jari-jarinya ke atas –tidak merenggangkannya dan tidak pula menggenggamnya– HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Tamam, dan Hakim, hadits ini disahkan oleh Hakim dan disetujui adz-Dzahabi). Tapi, terkadang Nabi mengangkat kedua tangannya bersamaan dg ucapan Takbir (HR. Bukhori), terkadang sesudah ucapan Takbir (HR An Nasaa-i), dan terkadang sebelum ucapan Takbir (HR Bukhori & Abu Dawud). Batasan beliau mengangkat kedua tangannya itu sejajar bahu (HR Bukhori & Nasaa-i), tetapi terkadang sejajar daun telinganya beliau (HR Bukhori & Abu Dawud) … masih bersambung …