Ada seorang bapakygsedang mencalonkan diri sebagai wakil bupati suatu daerah mengunjungi pak kyai utk mengikuti majelis dzikir sekaligus meminta bantuan doa. Dalam majelis dzikir yg dihadiri lebih dari 100ribu orang tersebut, pak kyai mendoakan bapak cawabup (calon wakil bupati) tsb utk terpilih menjadi bupati yg diamini dan dibacakan Al-Fatihah oleh seluruh jamaah majelis dzi

kir.

Selesai majelis dzikir bapak cawabup ini mendatangi pak kyai dg sedikit protes.
Cawabup : pak kyai tadi salah ucap waktu berdoa, saya mencalonkan diri sebagai wabup bukan bupati
Pak kyai : memangnya tadi saya berdoa bagaimana?
Cawabup : pak kyai td berdoa kalau saya bakal terpilih menjadi bupati. Terus bagaimana ini pak kyai, saya kan mencalonkan diri jd wabup?
Pak kyai : saya tidak bisa mencabut kembali doa yg sudah diuapkan apalagi sudah diamini dan dibacakan Al-Fatihah oleh lebih dari 100ribu jamaah. Tapi jangan kawatir, bapak harus yakin sama ALLAH bahwa ALLAH kuasa mengabulkan doa terebut dan bapak jadi bupati.
Cawabup : baiklah pak kyai.

Setelah pemilihan selesai, bapak cawabup ini menang dan bersama dg rekannya, bapak ini dilantik menjadi wakil bupati. Tapi setelah menjabat selama 6 bulan, tiba2 bupati daerah tersebut meninggal dunia, alhasil bapak ini akhirnya diangkat menjadi bupati. Subhanallah inilah kuasa ALLAH.