Perhatikanlah kisah ini, diceritakan bahwa seorang laki-laki melewati sebuah kamar yg sangat indah, didalamnya ia melihat seorang gadis yg rupawan. Sayangnya dia tidak diperbolehkan mendekati tempat itu. Saat itu dia menunggangi kuda seharga seratus dinar, ia mengenakan pakaian yg bagus dan mahal, ia membawa pedang yg disepuh dg emas bersamanya juga ada seorang hamba be

rkulit hitam yg membawa barang-barang. Atas dorongan keinginannya, lelaki itu mendatangi orang yg memiliki wanita rupawan tadi, ia hendak meminta agar wanita itu dapat ia beli. Sang pemilik wanita itu pun berkata, “Engkau telah jatuh cinta kepadanya. Seorang pecinta pasti akan mengorbankan apa yg ia miliki untuk mendapatkan yg dicintainya. Dan aku tidak akan menjualnya kecuali dg semua yg ada pada dirimu saat ini”.

Saat itu juga lelaki tadi turun dari kudanya, membuka pakaiannya dan menukar dengan pakaian si penjual, ia menyerahkan seluruh harta yg dimiliki termasuk budak beserta barang yg dibawanya. Lalu ia membawa pulang wanita tadi ke rumahnya, tanpa sandal atapun penutup kepala. Apabila seseorang telah membayar harganya, maka dia berhak membawa barang yg dibelinya. Apabila ia mengetahui nilai yg dicarinya, maka ia akan berkorban untuk membayar harganya. Seseorang yg benar-benar cinta tidak akan tenang sebelum ia tinggal bersama yg dicintainya.

Apabila ada orang yg mengatakan bahwa ia telah mendengar keadaan surga dan apa yg ada didalamnya melalui firman ALLAH SWT yg menyatakan, “Disana terdapat apa-apa yg diinginkan nafsu dan lezat dipandang mata”. Maka kuberitahukan bahwa harga untuk membayarnya ada pada firman-NYA, “Sesungguhnya ALLAH membeli diri dan harta orang-orang yg beriman, bahwa untuk mereka itu surga” (az-Zuhruf 71). Serahkan jiwa dan hartamu, maka surga akan menjadi milikmu.