Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?,
Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa-masa yang sudah terlewati..
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilakan aku duduk?,

Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dar
i segala mimpi..
Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki..
Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanm u hingga letih, atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi..
Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat di mana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan. .

Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu?,
Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?,

Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi..
Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai..
Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi..
Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang di tangan orang lain..
Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin..

Aku melepas kamu sebagai hati yang ingin aku pilih, dan kuharap bisa membuatnya pulih..
Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau..
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan..

Mari pergi dari titik ini, dan cari bahagia kita sendiri..

Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan..
Dialah jodoh yang telah ditentukan-NYA. .
Insya Allah