Imam Al-Bukhari Rahimahullah (III/290) berkata, “Kami mendapattkan riwayat dari Abul Yaman, dari Syu’aib, dari Abu Az-­Zannad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Seorang lelaki berkata, ‘Aku akan memberikan sedekah pada malam ini’. Lalu, dia keluar membawa sedekahnya dan meletakkannya di tangan seorang wanita pezina. Orang-orang saling membicarakannya, ‘Tadi malam, seorang wanita pezina mendapatkan sedekah’. Lelaki itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku jatuh pada wanita pezina. Aku akan bersedekah lagi’.

Dia keluar membawa sedekahnya lagi dan meletak­kannya di tangan orang kaya. Keesokan harinya orang-orang membicarakan, Sedekah diberikan kepada orang kaya’. Orang itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku jatuh pada orang kaya. Aku akan bersedekah lagi’.

Dia pun keluar dengan membawa sedekah dan meletakkannya ditangan pencuri. Esoknya orang-orang membicarakan, ‘Sedekah diberikan kepada pencuri’. Orang itu mengucap, ‘Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji! Sedekahku ternyata jatuh pada wanita pezina, pada orang kaya, dan pada pencuri’.

Lalu, dia didatangi dan dikatakan kepadanya, ‘Sedekahmu benar-benar telah diterima. Boleh jadi wanita pezina itu akan menghentikan perbuatan zinanya karena sedekahmu. Orang kaya (yang diberi sedekah) bisa mengambil pelajaran dan mau memberikan sebagian apa yang telah dianu­gerahkan oleh Allah kepadanya. Mungkin saja, pencuri menghentikan perbuatan mencurinya karena sedekahmu’.” [Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, kitab az-Zakat (VII/110)